Integrated Pest Management (IPM)

Integrated Pest Management (IPM) merupakan upaya pengendalian terpadu untuk semua jenis hama yang mengganggu, baik serangga terbang maupun serangga merayap. Contoh serangga terbang seperti lalat dan nyamuk dan serangga merayap kecoa, kutu, semut, laba – laba dan lain – lain. Hama – hama tersebut selain sifatnya mengganggu, juga merupakan pembawa benih penyakit, sehingga diperlukan penanganan serius. Untuk kasus tertentu hama – hama tersebut harus benar – benar tidak boleh ada, misalnya di rumah makan, rumah sakit dan tempat – tempat yang harus steril.

Sebenarnya untuk penanganan hama – hama tersebut di pasaran banyak sekali yang menjual baik alat maupun obat untuk mengusir dan membunuh hama tersebut. Namun, kadang tanpa pengetahuan yang cukup dengan obat yang beli dipasaran hama – hama tersebut tidak akan berkurang, bahkan tidak sedikit yang malah bertambah. Maka dari itu penanganan yang tepat adalah menggunakan jasa yang memang sudah spesialisasi di bidang penanganan hama. Kami sebagai penyedia jasa pest control harus memiliki keahlian menganalisa, mengenali biologi hama yang akan kami tangani, sehingga penanganan tepat sasaran dan memuaskan kedua belah pihak, baik pihak penyedia jasa maupun pihak klien. Seorang teknisi (orang yang mengerjakan treatment pest control) harus sudah mempunyai sertifikat keahlian untuk menangani treatment pest control, karena seorang teknisi wajib mengerti tentang penanganan dan penggunaan bahan – bahan kimia yang di pakai untuk pest control.

Beberapa tehnik yang di gunakan:

  • Fogging (Pengasapan) Menggunakan alat yang di sebut fogger. Fogging atau pengasapan adalah upaya pengendalian lingkungan menggunakan chemical tertentu dengan mesin asap, sasaran dari metode ini adalah untuk menekan dan mengendalikan populasi serangga terbang seperti
    fogging-jakarta
    Fogging

    nyamuk yang bisa menimbulkan penyakit DBD. Untuk pencegahan dari serangan DBD biasanya menggunakan cara fogging secara berkala. Metode ini di gunakan hanya untuk di luar ruangan dan lapangan.

  • Residual Spraying (Penyemprotan) Menggunakan alat handsprayer. Metode ini digunakan untuk menekan populasi serangga yang memang lingkupnya kecil, dan biasanya digunakan ketika kunjungan atau pada masa pemeliharaan untuk mencegah
    Jasa anti rayap
    Penyemprotan

    serangga baru berkembang biak. Sasaran dari metode ini antara lain adalah serangga semut dan kecoa, baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan.

  • Misting (Pengkabutan) Menggunakan alat ULV. Metode yang di gunakan untuk pengendalian serangga nyamuk, lalat dan serangga terbang lainnya yang terdapat di dalam ruangan.
    Jasa Pest Control
    Misting

    Jika di luar ruangan mengunakan teknik fogging, maka di dalam ruangan menggunakan teknik misting.

  • Baiting (Pengumpanan) Menggunakan umpan makanan. Metode pengumpanan ini adalah metode yang di gunakan untuk menarik serangga sasaran untuk memakan umpan,
    jasa pembasmi tikus
    Umpan Tikus, dengan lem

    dimana umpan yang di pasang telah mengandung zat yang akan merusak serangga dari dalam tubuhnya. Biasanya untuk kecoa

  • Trapping (Perangkap) Menggunakan Kandang. Metode yang di gunakan untuk menangkap tikus, biasanya dengan menempatkan kandang yang sudah di kasih umpan makanan kesukaan serangga sasaran sehingga serangga akan datang dan
    Jasa pembasmi tikus
    Jebakan Tikus

    akhirnya terjebak di dalam kandang yang di pasang. Untuk serangga sasaran tikus, lebih ramah lingkungan karena tikus tertangkap dalam keadaan hidup

  • Gelling Metode penjebakan dengan mengunakan media gel yang terbuat dari bahan khusus yang berfungsi sebagai makanan sekaligusjasa-pembasmi-kecoa racun bagi serangga sasaran. Serangga sasaran Kecoa